Postingan

Menampilkan postingan dengan label Program

Membincang Bangku Cadangan

Gambar
Poster bincang buku Bangku Cadangan Sikap kita terhadap sepak bola berubah seiring dampak yang ditimbulkan globalisasi. Bocah bocah di Afrika, Amerika Selatan, atau di Asia mulai bermimpi nasionalisme kosmopolitan yang disandarkan pada sepak bola. Franklin Foer, penulis sepak bola asal Amerika Serikat sudah sampai pada analisis relasi sepak bola dan pembantaian umat muslim di Bosnia dan mafia koruptor di dunia ketiga. Itu bisa dibaca di bukunya: Memahami Dunia Lewat Sepak Bola (Marjin Kiri: 2006). Di buku Bangku Cadangan yang tersusun dari kumpulan esai sepak bola yang akan diperbincangkan ini menampilkan respons tentang sepak bola yang tidak berhenti dimainkan sepanjang waktu 2 x 45 menit. Sepak bola akan terus dimainkan (dibicarakan) meski kompetisi sudah selesai. Bangku Cadangan di beberapa esai mengisahkan ulang hal hal di balik pertandingan. Sepak bola bukan melulu taktik. Ada konspirasi, pengkhianatan, transaksi. Seorang fans yang kecewa akibat pemain i...

Kolaborasi Komunitas Awal Tahun

Gambar
Narsum, Nhany berpose di depan spanduk sebelum acara Rabu 1 Januari 2020, puluhan komunitas di Pangkep menggelar Kemah Literasi di Kampung Telang-Tellang, Marang. Kegiatan ini kolaborasi dari Youthub , Sahabat Pulau Pangkep, Kelas Inspirasi Pangkep, Kesatuan Pemuda Nusantara, Titik Mula, Bengkel Literasi, dan Nongkrong Litetasi. “Tidak ada pesta membara, yang ada pesta Membaca. Bertemu dan bersenda gurau juga enyanyikan lagu. Bertahun baru dengan cerita dan kawan baru, atau orang-orang yg rindu” Tulis Ayu dari Bengkel Literasi di akun Facebooknya mengajak warganet di Pangkep agar hadir. Beragam item kegiatan seperti saring komunitas, lapak baca, doa san zikir bersama. Dan, bincang buku Kamar Bawah, Sejumlah Esai dari Blog . Hadir komisioner KPU Pangkep, Rohani yang akrab disapa Nhany, Badauni, dan penulis buku, F Daus AR dan dipandu Rahmatullah. Rahmatullah memandu jalannya bincang buku Ibn Mundzir dari Nongkrong Literasi memberikan tanggapan

Suara Pemilih Pemula

Gambar
Foto: KPU Pangkep Memasuki gedung sekolah SMA Negeri 11 Pangkep pada Kamis, 27 Juni lalu, suasana terlihat lengang. Jejeran sepeda motor siswa yang biasanya ramai terparkir di halaman gedung juga bisa dihitung jari sekali tatap. Tampak, beberapa siswa bercengkerama namun tidak memakai seragam lengkap. Ada yang memakai celana sekolah tetapi memakai kaus oblong. Begitulah yang terjadi di sisa hari menjelang libur. Usai bertanya kepada siswa yang baru saja memarkir sepeda motornya tentang lokasi Aula, ia mengarahkan telunjuknya agar saya mengikuti jalan yang nantinya mentok dan belok kanan. Denah bangunan sekolah yang dulunya bernama SMA 2 ini banyak yang berubah. Tak seperti ketika mengunjunginya tujuh tahun lalu. Di bagian dalam gedung juga ada taman dilengkapi tempat duduk permanen berupa susunan batu bata yang diplester. Saya membayangkan cengkerama siswa berlangsung di situ di jam istirahat. Sesampai di Aula, seperti biasa bila akan digunakan pertemuan, jejeran k...